Apa salah aku mencintaimu?
Nyatanya, takdir membawa kita ke dalam pelik yang semakin sulit aku sangkal.
Aku telah kalah akan idealismeku, sementara bayangku masih memanifestasikan dirimu dalam deru nafasku
dan hatiku tak hentinya mengimplementasikanmu bagai roman-roman mentari dengan segala sketsanya
Aku bingung, lepas pegangan dan penuh hambatan.
Aku hanya mampu terdiam, setengah sadar, setengah berorasi
sementara dakwaannya atas aku semakin liat.
Ah, aku semakin tak mampu membedakannya.
Rasanya, aku kehilangan visualku dan hanya mengandalkan mata batin untuk memadu.
Yang kutahu...
adalah kamu yang masih menyala-naya dalam khayalku
adalah kamu yang giat menyapa bilik hatiku
adalah kamu yang menohok tepat jalinan nadiku
kamu, dan masih kamu.
-Kepada Nyata, dari Maya
No comments:
Post a Comment