Lirih
Aku ingin hujan
Karena :
Rintiknya tenangi jiwaku
Curahkan rasa akan hatiku
Ilusikan bentuk dari lukaku
Pancarkan sukma dari batinku
C.id
_________
'INI'
Buta
Aku buta dengan mata coklatku
Tak dapat melihat indahnya yang lain
Hanya terdekap dalam bayangan ‘ini’
Halusinasi pancaran akan auranya
Tuli
Aku tuli dengan telinga putihku
Tak dapat dengar merdu yang lain
Hanya terkurung dalam alunan yang ‘ini’
Rangkaian melodi dari getar pitanya
Bisu
Aku bisu dengan bibir merahku
Tak dapat ucapkan kata cantik yang lain
Hanya terjurus; tergerak lirih untuk ‘ini’
Susunan bait akan cinta untuknya
Mati rasa
Aku mati rasa dengan kulit halusku
Tak dapat rasakan kehangatan yang lain
Hanya terpaku pada satu ‘ini’
Rasakan lembut ke-akuan-nya
Cacat
Aku cacat dengan semua kesempurnaan ini
Tak dapat hiraukan serangan yang lain
Hanya dapat fikirkan serangan ‘ini’
Keutuhanku hanya ada padanya
Lemah
Lunglai
Resah
Risau
Gelisah
Gamang
Terdiam
Terpaku
Menunduk
Membeku
Aku kenapa?
C.Id
__________
KANGEEEN....
Aku benci saat pagi
Aku benci ketika siang
Aku benci waktu sore
Aku lebih suka malam
Malam,
Saat matahari bergantikan bulan temaram
Sinarnya redup tidak menyilaukan; tidak memanaskan
Malam,
Tat kala biru bergantian hitam
Begitu gelap, memang, namun menenangkan
Malam,
Tatkala kerlap-kerlip gemintang bertautan
Membentuk gugusan yang menolong: semua kehausan
Malam,
Ketika kelelahan terpaut dalam tiap wajah lusuh
Ketika penat merumbuki fikiran kusut
Ketika lemah merajai tiap jaringan dalam peluh
Malam,
Ketika lampu menyala putih, atau kuning
Ketika sayup-sayup krik-krik terdengar
Ketika hoho burung hantu bergema
Malam,
Ketika kentungan bernyaring ria bernyanyi
Ketika lolongan anjing membahana
Ketika kukuruyuk ayam terbawa angin sepoi
Malam,
Ketika jendela sudah tertutup
Ketika raga terbaring di atas dipan
Ketika mata mulai terpejam
Malam,
Ketika mata telah terpaut
Ketika roh mulai bangkit dari jasmani
Ketika bunga hampiri kepala
Malam,
Ketika bunga mulai berkerja
Dan bunga-KU selalu membuat dia
Setiap malam, setiap malam, setiap malam
Malam,
Semua suka ada alasan
Semua cinta ada alasan
Seperti aku suka malam
Malam,
Aku suka malam
Karena:
Aku bisa bermimpi dia.
C.Id
__________
PESONA
Aku suka saat itu
Saat aku menatap segurat keindahan
Dengan mengabaikan sang waktu
Dengan mengabaikan sekelilingku
Aku suka kala itu
Kala aku menatap manik-manik itu
Dengan penuh hati tiada ragu
Dengan penuh makna; penuh hati
Aku suka ketika itu
Ketika aku mencium aroma parfumalami
Dengan penuh penghayatan
Dengan penuh perasaan
Aku suka masa itu
Masa aku dekat dengannya
Mendengar lembut suaranya
Mendengar takjub kiasannya
Aku suka
Tidak bukan suka
Tapi sayang.
Tidak aku salah lagi.
Aku cinta.
Bukan lebih.
Tapi tak ada yang bisa melebihi kata cinta.
Lalu? Apa?
Cinta...
Yang membuat aku selalu rindu
Yang membuat aku selalu ingat
Cinta..
C.Id
________________________
LEPAS, HILANG, MELAYANG
Tak pernah terbayangkan sebelumnya,
Juga tak pernah terkhayalkan kilauannya.
Namun sayang, aku telah terjebak.
Terpaku dalam kepesonaan,
Terpatri dalam kesempurnaan.
Aku telah hilang kewarasan
Menggila dengan satu kata dia.
Terjerumus dalam ikatan yang sebenarnya tanpa ikatan.
Menyatu dalam sebuah ketergantungan.
Yang menjadikan ketiada kuasaan;
Tat kala jarak membentang jauh tak rupawan.
Aku juga hilang fikiran.
Karena semua telah direbutnya.
Dirampasnya dengan tiada berhati.
Hasratnya menggebu untuk memiliki.
Menjadikannya sebuah hunian; hunian selamanya.
Aku jua telah lupakan hati.
Karena hatiku juga telah diambil.
Di tatanya sedemikian hingga hanya terlukis untuknya,
Menjadi sebuah persinggahan lain yang hanya untuknya,
Sudah di hak patenkan, dengan cap milik namanya.
Ragaku telah dikuasainya.
Namun tak nyana, ia tak puas dapatkan semua.
Jiwaku tak luput dijamahnya!
Disatukannya dalam sebuah kertas bertintakan merah,
Berbubuhkan sebuah tanda bergaris tak berarah
Membentuk sebuah nama yang begitu lugas,kuat, kokoh
Lalu di bubuhkan cap bertanda hak milik.
Aku telah direbut olehnya.
Aku tak dapat kendali atas diriku.
Aku hilang hak atas aku.
Aku tinggal ada dia.
Aku.... Dia...
C.id
_________________________
ITU MILIKNYA DAN MILIKKU
Tangan itu yang menggenggam tanganku
Tangan itu yang menggait tanganku
Tangan itu yang menggamit tanganku
Tangan itu yang meraih tanganku
Tangan itu yang memberikan kenyamaan
Tangan itu yang menyertai ketenangan
Tangan itu yang memancarkan kesejukan
Tangan itu yang menghantarkan kehangatan
Tangan itu yang menuntunkan kedamaian
Tangan itu yang penuh cinta
Tangan itu yang penuh rasa
Tangan itu yang penuh sayang
Tangan itu yang penuh gemas
Tangan itu yang kuat mengikat
Tangan itu yang gagah mendekap
Tangan itu yang liat mengekang
Tangan itu yang sarat perlindungan
Tangan itu yang sarat penjagaan
Tangan itu yang cinta kehidupan
Tangan itu kepunyaannya
Tangan itu miliknya
Tangan itu juga milikku
Tangan yang aku senangi saat ia menggenggam ku
Tangan yang membuatku merasakan getaran cinta
Tangan yang menghantarkan rangsangan cinta
Tangan yang menjulurkan perasaan cinta
Tangan yang menggapit jariku dan membuatnya menerima cinta itu
Tangan yang membuatku lebih merasakan cinta
Tangan yang menginginkan cinta yang banyak dariku
Tangan itu, tangannya...
C.id
____________
Manusia tak pernah terlepas dari romantika. Apapun bentuknya,tanpa pernah kita sadari, hal bernama cinta pernah tersemai di palung hati kita. Malah, mungkin sudah seperti nikotin. Hanya, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
May 20, 2012
May 18, 2012
Fiksi Mini #1 : OBSESI
__________________
Gadisku, mengapa kau hanya terdiam? Aku ingin mendengar suara indahmu.
Matamu, aku juga ingin melihatnya. Tapi, kau malah terpejam.
Belainmu pun mengapa mengusut? Tak bisakah tanganmu kembali merengkuhku?
Pujaanku, mengapa tak juga kau terenyuh?
Tolonglah..
Saat ini aku sudah mengiba kepadamu. Mengapa kau tak menyahut dan tetap tak bergeming? Apa kau marah melihat kecemburuanku saat kau bertatapan mesra dengan pria itu?
Kalau begitu, maafkan aku...
Aku hanya tak ingin kehilanganmu, sayang. Kau tahu, kaulah hidup matiku.
Ah, aku sudah minta maaf, tapi kau masih diam. Eh, aku ingat. Biasanya, kau akan memaafkanku saat ku genggam jemarimu. Tapi, mengapa jemarimu terasa dingin?
Eh, apa itu? Ada sebuah mangkuk di dekat tubuhmu.
Isinya...
....dua bola mata dan darah.
Apa itu? Mengapa ada di situ? Kau lihat wanitaku?
Ah, sudahlah jangan difikirkan. Biarkan saja.
Seorang lelaki mulai melangkah sembari menggendong wanitanya. Meninggalkan genangan darah yang mulai menyeruakkan bau karatnya di ruangan putih itu.
C.id
Gadisku, mengapa kau hanya terdiam? Aku ingin mendengar suara indahmu.
Matamu, aku juga ingin melihatnya. Tapi, kau malah terpejam.
Belainmu pun mengapa mengusut? Tak bisakah tanganmu kembali merengkuhku?
Pujaanku, mengapa tak juga kau terenyuh?
Tolonglah..
Saat ini aku sudah mengiba kepadamu. Mengapa kau tak menyahut dan tetap tak bergeming? Apa kau marah melihat kecemburuanku saat kau bertatapan mesra dengan pria itu?
Kalau begitu, maafkan aku...
Aku hanya tak ingin kehilanganmu, sayang. Kau tahu, kaulah hidup matiku.
Ah, aku sudah minta maaf, tapi kau masih diam. Eh, aku ingat. Biasanya, kau akan memaafkanku saat ku genggam jemarimu. Tapi, mengapa jemarimu terasa dingin?
Eh, apa itu? Ada sebuah mangkuk di dekat tubuhmu.
Isinya...
....dua bola mata dan darah.
Apa itu? Mengapa ada di situ? Kau lihat wanitaku?
Ah, sudahlah jangan difikirkan. Biarkan saja.
Seorang lelaki mulai melangkah sembari menggendong wanitanya. Meninggalkan genangan darah yang mulai menyeruakkan bau karatnya di ruangan putih itu.
C.id
Subscribe to:
Comments (Atom)