Sejenak aku terdiam. Membiarkan seluruh detik memakan habis nafasku kemudian meremukkan tulangku. Ntahlah, aku tak mengerti. yang aku rasakan hanya sepi. Sendiri. Aku sudah memcobanya: membaur, mencari kesibukkan, mencoba menjadi bagian dari suatu populasi, tapi, entah mengapa aku masih merasa tidak mampu menjadi bagian dari mereka. Aku sering sekali berfikir, apa aku yang salah, apa aku yang tak mampu mengikuti arus mereka, atau aku yang terlalu membatasi diri. Tapi, tak ada satupun pertanyaanku yang terjawab. Mereka sendiri - yang kurasa bersikap biasa saja - seperti menganggapku tapi tak menganggapku.
Seringkali,aku membumihanguskan fikiranku. Mencoba meyakinkan diri bahwa aku diterima. Bahwa,sosok sepertiku mampu menjadi satu dengan mereka. Tapi, semakin aku mencoba, semakin aku sadar betapa sendirinya aku. Aku tak menyangkal, aku memiliki teman. Aku punya mereka. Hanya saja, seperti sekedar legalitas. Tak benar-benar teman. Kurasa.
Aku sudah selalu mencoba berada untuk mereka. Paling tidak memposisikan diri berguna untuk mereka. Akan tetapi, ketika aku butuh seseorang mengulurkan tangannya untuku, tak ada satupun, sedikitpun, yang datang. Ntahlah, aku hanya merasa sendri. Terlalu sendiri.
Bahkan yang selama 3 tahun menemani aku juga menghilang. Dan memilih untuk pergi. Apa yang salah dengan diriku. Apa lagi kurangku. Aku sudah semaksimal aku untuk melakukan hal yang memungkinkan aku diterima. Tapi tetap saja aku sendirian.
Aku sendirian. Dan aku takut untuk ini. Aku rasa, aku tidak memakai invisible cloak - nya Harry potter.
Lantas, mengapa?
Apa yang salah dengan aku?
-C.Id