Dalam bilik 2 x 3 itu:
ayahku melamun
ibuku menuntut
adikku meringkuk
aku tersudut
Lalu, angin beringsut
Tabrak atap rumah kami
Tabrak dinding rumah kami
Berdebum kami dengar suara
Wajah kami berlima kusut
Lalu, petir mulai menyambar
Basah kian tergambar
Membuat dingin semakin meramai
Wajah kami berempat menjelma sang cuaca;
mendung.
No comments:
Post a Comment