October 26, 2010

Lampung Timur Jadi Ibukota Negara?

Udah lama gak posting, lantaran seminggu ulangan semester. Ulangan yang menyebalkan dengan settingan seperti itu. kok jadi ajang curhat yah? hahaha
Well, kemarin tepatnya di hari Rabu tanggal 20 Oktobeer 2010, saya asyik membaca koran Tribun Lampung. Satu ulasan menarik membuat saya segera membaca ulasan tersebut. Sebuah hal menarik yang mengherankan. Lampung Timur jadi Ibukota negara???

Lampung Timur, Dimana sih?
Lampung Timur berdiri berdasarkan UU No. 12 tahun 1999, dengan ibukota yaitu Sukadana. Kabupaten dimana Taman Nasional Way Kambas berada ini memiliki tanah seluas 5.325 Km2. Jaraknya yang tak begitu jauh untuk sampai ke Ibukota negara yaitu DKI Jakarta, membuat kabupaten ini menjadi tempat yang strategis. Memiliki kebudayaan daerah yang masih asli seperti tulisan Lampung, adat perkawinan, tari cangget, dan sebagainya. Wilayah pantai timurnya dijadikan tempat pelestarian alam dan lingkungan hidup dengan penanaman terumbu karang buatan, pembudidayaan kerang hijau, juga penanaman bakau.

 Cocoknya menjadi Ibukota Negara?
Mendengar pidato yang di tuturkan Presiden kita Bp. Susilo Bambang Yudhoyono beberapa pekan lalu antaralain mengenai pemindahan pusat pemerintahan ataupun ibukota di luar pulau Jawa, maka beberapa akademis yang ada di Lampung segera membentuk tim kajian independen guna membahas lebih lanjut tentang ini.
Menurut tim idependen tersebut yang terdiri dari lima orang dari berbagai cabang ilmu, provinsi Lampung terutama kabupaten Lampung timur menjadi tempat yang tepat sebagai ibu kota negara. Hal ini di lihat berdasarkan letak geografis, politik, perekonomian dan sebagainya.
Lampung Timur dikatakan layak sebagai ibukota negara, karena wilayahnya yang strategis yaitu dekat Ibukota Jakarta juga berada dekat dengan Selat Malaka, Singapura dan Malaysia. Harapannya bisa meningkatkan perekonomian karena menjadi penghubung tiga negara tersebut. Selain itu, Lampung Timur juga wilayah yang relatif amandari bencana.
Tetapi, tim independen yang terdiri dari lima orang ini, masih ingin membahas dan berdiskusi dengan pemikir-pemikir yang ada di Universitas Gajah Mada (UGM).

Apa Tanggapan Khalayak?
Setelah saya membaca mencari tahu lebih lanjut, maka hal yang juga selalu saya lakukan adalah mencari tanggapan mengenai wacana tersebut.
Yang namanya wacana selalu ada yang pro juga ada yang kontra. Yah bisa dibilang hukum alam. Berdasarkan introgasi saya kepada beberapa orang, sebagian besar menjawab tidak setuju dengan hal itu.
Ricky Fernaldy, siswa SMA Negeri 1 Kota Gajah berujar,"Kalo Lampung Timur jadi ibukota negara gak ethis banget. Kita bisa liat dari berbagai sisi, potensi Lampung Timur jadi ibukota negara kurang tepat. Gak setujunya ya, satu letak geografis dengan Jakarta sebagai ibukota, wilayah timur sudah terbengkalai maksudnya, tak strategis terlalu kebarat. Meski tak ada ancaman banjir, tapi masih ada ancaman tsunami dan gempa akibat aktivitas tektonik dan vulkanik. Yang paling utama, bila Lampung Timur jadi ibukota, Way Kambas akan jadi cerita. Membuat banyak spesies hewan dan tumbuhan hilang habitat."
Hal senada di ungkapkan oleh Andini Majidah, Siswi dari SMA Negeri 1 Terbanggi Besar. Menurut gadis berjilbab ini, Lampung Timur itu masih kelihatan desanya. Juga pembangunannya kurang apik, maka tidak cocok di jadikan ibukota.
Komentar berbeda diungkapkan oleh Nurul Mukti, yang juga bersekolah di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar. "Ya, aku sih setuju aja kalo di Lampung Timur. Soalnya, Jakarta sekarang juga udah kayak gitu."ujarnya.
Menurut saya sendiri, hal tersebut masih perlu di kaji lagi. Harus di lihat dari segi positif dengan negatifnya. Banyakan mana, negatifnya atau positifnya. Juga harus dilihat bagaimana tanggapan dari khalayak umum, karena bagaimanapun juga masyarakat ikut serta dalam pemindahan ibukota tersebut.Masyarakat juga yang berhak menetukan karena nantinya mereka yang menjalani.

Yah, Mau di pindah atau enggaknya memang masih dalam binaan dan kajian lebih lanjut. Setuju atau tidaknya, juga bagaimana tanggapan pribadi masing-masing. Hal yang pasti, apapun yang menjadi keputusan nanti, semoga bisa membuat perubahan Indonesia kearah yang lebih baik.
C.id.

October 14, 2010

Sang Bumi Ruwa Jurai

Berikut ini, akan saya sajikan salah satu lagu Lampung yang bercerita tentang potensi alam Lampung. Juga dengan artinya dalam bahasa indonesia.

Sang Bumi Ruwa Jurai

Jak uujung danau ranau
Teliyu mit Way Kanan
Sampai pantai lawok jawo
Pesisegh ghik pepadun
Jadi sai dilom lambang
Lappung sau kayo ghayo

Lappung sai
sang bumi ghuwa jughai 2x

Ki gham haga bughasa
Hujauni pumandangan
Huma lada di pumatang
Api lagi cangkihni
Telambun beruntayan
Tandani kemakmughan

Lappung sai
sang bumi ghuwa jughai 2x

Canggot pagha penglaku
Sembah jama sebatin
Sina gawi adat sikam
Manjau ghik sebambangan
Taghi ghakot Melinting
Cighini hulun lampung

Terjemahan:

Dari ujung danau ranau
Melewati Wai kanan
Sampai pantai laut jawa
Pesisir dengan pepadun
Menjadi satu di dalam Lambang
Lampung yang kaya raya

Lampung satu,
satu bumi dua macam

Jika kita akan menikmati
Hijaunya pemandangan
Kebon lada di pematang
Apa lagi cengkehnya
Numpuk menggempal
Tandanya kemakmuran

Lampung satu,
satu bumi dua macam

Cangget para panitia adat
Sembah dengan pemimpin adat
Itu hajat adat kami
Berpacaran dan menikah
Tari ragat Melinting
Tandanya orang Lampung

(C.id)

October 13, 2010

Lampung, dengan daerah-daerahnya.

Horay.. Lampung.!!! tempat tinggal Dea saat ini. Namun, taukah kalian mengenai Lampung? Dan kapan Lampung itu terbentuk?

Well, kampung tempat menetap saya saat ini berdiri pada tahun 1964 atas dasar Perpu No. 14/1964 yang di jadikan UU No. 14/1964. Awalnya, Provinsi Lampung  terbagi menjadi 3 kabupaten, 1 kotamadya, 48 kecamatan, dengan mencangkup 1092 desa. Semakin berjalannya waktu dan akibat beberapa pemikiran-pemikiran dari para petinggi daerah, maka Prov. Lampung ini mengalami pemekaran dengan 6 daerah kabupaten dan 3 kotamadya.
Dikarenakan Lampung merupakan salahsatu daerah yang dijadikan wilayah transmigrasi, maka sudah barang tentu penduduk yang berada di Lampung semakin padat. Maka, Lampung kembali terbagi menjadi12 kabupaten dengan 1 kotamadya dan 1 kotib.
Lalu yang terakhir, yaitu pada tanggal 29 Oktober 2008, kabupaten di Lampung bertambah, sehingga pembagian di daerah Lampung antara lain:

  • Bandar Lampung dengan ibukota Bandar Lampung
  • Kotib Metro dengan ibukota Metro
  • Lampung Selatan ibukotanya Kalianda
  • Lampung Tengah ibukotanya Gunung sugih
  • Lampung Timur ibukotanya Sukadana
  • Lampung Utara ibukotanya Kotabumi
  • Lampung Barat ibukotanya Liwa
  • Tanggamus ibukotanya Kota Agung
  • Way Kanan ibukotanya Blambangan Umpu
  • Tulang Bawang ibukotanya Megalo
  • Pesawaran ibukotanya Gedung Tataan
  • Tulang Bawang Barat ibukotanya Daya Murni
  • Mesuji ibukotanya Wiralaga
  • Pringsewu ibukotanya Pringsewu
Yeah guys.. itulah Lampung tempat tinggal saya yang terbagi menjadi beberapa daerah. Pembagian-pembagian itu di dasarkan pada pemikiran di segala aspek. Meskipun demikian, tak ayal sering ditemui penolakan atas pemekaran tersebut.
(c.id)