__________________
Gadisku, mengapa kau hanya terdiam? Aku ingin mendengar suara indahmu.
Matamu, aku juga ingin melihatnya. Tapi, kau malah terpejam.
Belainmu pun mengapa mengusut? Tak bisakah tanganmu kembali merengkuhku?
Pujaanku, mengapa tak juga kau terenyuh?
Tolonglah..
Saat ini aku sudah mengiba kepadamu. Mengapa kau tak menyahut dan tetap tak bergeming? Apa kau marah melihat kecemburuanku saat kau bertatapan mesra dengan pria itu?
Kalau begitu, maafkan aku...
Aku hanya tak ingin kehilanganmu, sayang. Kau tahu, kaulah hidup matiku.
Ah, aku sudah minta maaf, tapi kau masih diam. Eh, aku ingat. Biasanya, kau akan memaafkanku saat ku genggam jemarimu. Tapi, mengapa jemarimu terasa dingin?
Eh, apa itu? Ada sebuah mangkuk di dekat tubuhmu.
Isinya...
....dua bola mata dan darah.
Apa itu? Mengapa ada di situ? Kau lihat wanitaku?
Ah, sudahlah jangan difikirkan. Biarkan saja.
Seorang lelaki mulai melangkah sembari menggendong wanitanya. Meninggalkan genangan darah yang mulai menyeruakkan bau karatnya di ruangan putih itu.
C.id
No comments:
Post a Comment